Selasa, 20 September 2011

Mutiara Aqidah Islam (bagian 2)



Mutiara Aqidah Islam (bag 2)

Assalamu'alaikum.
Alhamdulillah. semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam, keluarga beliau, sahabat beliau dan org yg mengikuti mereka degan baik sampai akhir zaman.

Amma ba'du.
Alhamdulillah, sudah dijelaskan tentang Definisi aqidah.
Baik itu menurut bahasa atau istilah umum dan khusus.
Sekarang kita mendengar orang berkata " Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah"

‎1. Aqidah Ahlus sunnah wal Jama'ah.
Jika disebut demikian. maka yg dimaksud adalah Aqidah Islam yg bersih. Aqidah yg murni. Aqidahnya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apa itu ahlus sunnah wal jama'ah dan siapa mereka...?

Kamis, 15 September 2011

"Ya Rabb, Aku Jatuh Cinta"




"Ya Rabb, Aku Jatuh Cinta"

By Ibnu Firdaus Ar-Rani

Ya Rabb, Aku Jatuh Cinta.
Kepada si Dia yg jauh disana.
Sejak aku mengetahui nya dari Engkau, ya Rabb yg mengabarkan tentang keadaan nya.

Ya Rabb, aku akan penuhi syarat nya.
Demi untuk kekasih ku yang jauh disana.
Ku berbekal dengan takwa, Semoga Engkau mengawini ku dengan nya.


Mutiara Aqidah Islam (bagian 1)


Definisi Aqidah secara bahasa :
1. Kata "Aqidah" diambil dari kata "al-Aqdu" yakni ikatan dan terikat kuat. 
Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel menempel dan penguatan. 

Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut dengan 'aqdu. Jual beli pun juga disebut dengan 'aqdu.
(Mu'jam Maqayis al-Lughah, juz 4/86-90. Lisanul Arab juz 3/296-300 dan al-Qamusal Muhith, hal 383-384)

Syaikh Dr.Shaleh al-Fauzan hafidzahullah berkata : "Aqidah juga bisa disebut dengan keyakinan. Karena dia mengikat pemiliknya dengan apa yg diyakini nya." (Kitab tauhid juz 1)

2. Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum
Istilah "Aqidah didalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, baik pikiran itu benar atau salah.

Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar. maka itulah yg disebut "Aqidah yang benar". seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Dan jika keputusan berpikir itu salah. maka itulah yang disebut "aqidah yang Bathil" 
seperti keyakinan orang nasrani bahwa Allah itu adalah salah satu dari tiga Tuhan atau seperi orang yahudi bahwa uzair adalah anak Allah.

Istilah Aqidah juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan yang tegas yang tidak bisa dihinggapi oleh keraguan dan kebimbangan. yaitu apa-apa yg dipercaya oleh seseorang, lalu diikat oleh hatinya, dan dijadikan sebagai agama yg dianut, tanpa melihat benar atau salahnya. (lihat, Mabahits fi Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama'ah, hal 9. Syaikh Dr.Nashir al-Aql)


Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menjawab Tuduhan.

Bismillah.
Alhamdulillah semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, keluarga, dahabat dan org - org yg mengikuti beliau dgn baik.

Amma ba'du :
Para da'i - da'i islam yg mendakwahkan tauhid, mmg selalu dituduh dan dimusuhi. Oleh org - org yg membenci tauhid. Ini sifat mereka dari dahulu sampai sekarang. Para Nabi dan Rasul, juga tidak lepas dari tuduhan ini. Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam dituduh org gila, penyair, penyihir dan seterus nya. Jika Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam saja tidak lepas dari tuduhan. Bagaimana lagi dg org yg dibawah beliau, yg membawa dakwah belaiu. Tentu jga tidak lepas dari tuduhan keji dan mungkar yg tidak brdasar. Syaikhul Islam Muhammad bin Wahab rahimahullah dituduh dengan WAHABI, dituduh mengkafirkan kaum muslimin, dituduh mencela para ulama dan seterusnya.

 Maka yg terbaik dalam menyingkap kebenaran ini adalah dengan kembali dan mengambil dari sumber utama nya yakni Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri. Kitab-kitab beliau masih ada sampai sekarang dan perkataan-perkataan nya pun masid disimpan. Dan dengan melihat pada keduanya, seseorang dapat menemukan kebenaran atau kebohongan terhadap berita dusta mengenai beliau dan tuduhan yang keji dan tidak memiliki hujjah sama sekali. Melainkan hanya khayalan dan dogeng belaka.

Sebelum kita memulai, ingatlah firman Allah subhanahu wa ta'ala : "Hai orang yang beriman, jika datang kepada mu orang fasik membawa suatu brrita. Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah (firnah) kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan nya yang menyembabkan kamu menyesal atas perbuatan mu itu." (Q.S al-Hujuraat : 6)

Mengecek Hadits Keliling Kota, Tau - Tau Rawi nya Dikampung Sendiri


Bismillah.

Alhamdulillah. Semoga shalawat dan salam tercurahkan kpd Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, keluarga beliau, sahabat beliau dan orang yg mengikuti beliau dengan baik sampai akhir zaman.

 Amma ba'du :

saya ingin sedikit bercerita ttg prjalanan ulama salaf didlm mengecek satu hadits.

Nama nya adalah Syu'bah bin al-Hajjaj rahimahullah, seorg Imam Ahli Hadits pada zaman nya. Beliau hidup sezaman dgn Imam Malik rahimahullah dll. Ada kisah yg menarik ttg perjalanan nya mengecek satu hadits.

Perhatikan kisah ini baik-baik.

 Imam al-Hafidzh Ibnu Hibban rahimahullah meriwayatkan dgn sanad nya dari Abu Nashr bin Hammad al-Warraq al-Bajali, Abu Nahsr bin Hammad rahimahullah (seorg ulama ahli hadits) berkata : "Pada suatu ketika, kami (yakni para ahli hadits) berada dipintu rumah Syu'bah bin al-Hajjaj bersama beberapa orang. Kami saling mendengarkan hafalan hadits (murajaa'ah hafalan) kami.

Minggu, 05 Juni 2011

Benarkah perayaan Isra’ Mi’raj adalah Bid’ah……………?




Benarkah perayaan Isra’ Mi’raj adalah Bid’ah……………?



Bismillah,

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam buat junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam, keluarga beliau, sahabat – sahabat beliau Shallallahu’alaihi wa sallam dan orang – orang yang mengikuti jalan beliau sampai hari kiamat.



Amma Ba’du.

Sesungguhnya sebaik – baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik – baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam, seburuk – buruk perkara adalah hal – hal baru yang diada-adakan (Bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Muslim]



Pembaca yang kami hormati. Semoga Allah menjaga kita semua nya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda : ”Barangsiapa yang mengada – adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal darinya (tidak berpedoman padanya), maka hal itu tertolak.” [Shahih : Hadits Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim]



Didalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda : ”Barangsiapa yang melakukan suatu amalan (ibadah) yang bukan dari urusan (agama) kami, maka hal itu tertolak.”

Kamis, 02 Juni 2011

al-Albani, Ulama Senior vs Sang Professor yg Error




"al-Albani, Ulama Senior vs Sang Professor yg Error"



Ku tulis syair ini untuk seorang Professor.

Yang mencela al-Albani, sang Ulama Senior.


Lebih baik aku tidak jadi Professor.

Kalau Manhaj (jalan) ku Error.

Pemahaman hadits ku kotor.


Lebih baik aku tidak jadi Professor.

Kalau selalu menteror Ulama senior.

Dengan kitab - kitab yang kotor.


Wahai Professor.

Hati-hatilah terhadap manhaj mu yang error.

Jangan sampai akidah mu kotor.


Semoga Allah mengampuni Ulama Senior.

Dan engkau, sang Professor yang error.



Merlung, 17-05-2011

penulis

Prima Ibnu Firdaus ar-Rani Al-Jambi

Aku Bukan Teroris




"Aku Bukan Teroris"

Aku bukan teroris.
Walaupun wajah ku mirip artis.

Aku bukan teroris.
Walaupun orang bilang aku selebritis.

Aku bukan teroris.
Walaupun orang bilang aku narsis.

Aku bukan teroris.
Walaupun kantong ku sudah menipis.

Aku bukan teroris.
Walaupun aku tidak punya kumis.

Aku bukan teroris.
Walaupun hidup ku kritis.

Daripada jadi teroris.
Mendingan jadi Ahli Hadits.


Merlung-Jambi-Indonesia, 12-05-2011

Penulis

Prima Ibnu Firdaus Ar-Rani Al-Jambi

Selasa, 31 Mei 2011

Resensi Kitab Tafsir Ibnu Mas'ud Radhiyallahu'anhu




RESENSI KITAB “ TAFSIR IBNU MAS’UD RADHIYALLAHU’ANHU “

Judul Asli : Tafsir Ibnu Mas’ud, Jam’wa tahqiq wa dirasah
Penulis / Penyusun : Muhammad Ahmad Isawi
Judul Terjemahan : Tafsir Ibnu Mas’ud
Diterbit oleh Pustaka Azzam – Indonesia
Dengan Tebal : 1115
Diberi kata pengantar oleh : Syaikh DR.Husain Nushshar [Dekan Fakultas Sastra Universitas Kairo]

Siklas Tentang Kitab Tafsir Ibnu Mas’ud
Buku (Kitab) ini asal nya adalah merupakan tesis yang disidangkan di Universitas Kairo pada tahun 1400 H atau 1980 M dan dengan kitab ini penulis memperoleh gelar Magister (MA) dengan nilai Mumtaz (Excellent). Tesis ini direkomendasikan agar dicetak lalu didistribusikan ke Universitas – Universitas. Tesisi ini atau Kitab Tafsir Ibnu Mas’ud ini ditulis oleh penulis dibawah bimbingan Syaikh DR.Husain Muhammad Nushshar [Dekan Fakultas Sastra Universitas Kairo]. Selain itu penulis Muhammad Ahmad Isawi juga dibimbing oleh Syaikh Mahmud Muhammad Syakir didalam menyusun metode tafsir ini, mempelajari sanad-sanad dan mengatasi kesulitan yang ada.

Setelah selesai, maka kitab ini dicetak dengan dana sumbangan dari Muassasah Al-Malik Faishal Al-Khairiyyah [Yayasan Raja Faisal Al-Khairiyyah] yang pada saat itu diketuai oleh Raja Faisal bin Abdul Aziz Alu Su’ud hafizhullah. [Lihat, Tafsir Ibnu Mas’ud, halaman 1-2]

Fiqih Al-Muyassar - Bab Bejana (Wadah)




Fiqih Al-Muyassar



باب الانية

Bab Bejana



Definisi Bejana (Al-Aaniyah)

Al-Aaniyah adalah bentuk jamak dari kata-kata ina’. Dasar kalimat aniyah adalah ‘aaniyat dengan dua huruf hamzah, lalu hamzah yang kedua diganti dengan alif.



Bentuk jamak Aaniyah adalah Awaanii, artinya bejana. Bejana adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan air, makanan atau lain nya, baik yang terbuat dari besi, kuningan, tembaga, tanah liat, bambu, emas, perak, atau kayu atau kulit atau bahan lain nya seperti permata dan batu jamrud. [Lihat, Taudhih Al-Ahkam (Syarah Bulughul Maram : juz 1, hal 164), Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi (Ringkasan Fikih Lengkap, hal 7), Tamammul Minnah (terjemahan, juz 1, hal 70)]



Termasuk kedalam pembahasan kategori bejana atau wadah adalah piring, cangkir, cerek (teko) dan semisalnya.



Hukum Asal Bejana

Hukum asal pada bejana-bejana adalah halal (mubah) atau boleh digunakan. Selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Senin, 09 Mei 2011

Salam, Shalawat dll Kok Disingkat....! Emang Perlu nya....! Baca Dulu Deh...




Banyak saudara kita yang menulis ucapan salam, ucapan sholawat dan asma Alloh dengan singkatan, baik itu di comment-comment, di sms, dll. Kita tahu bahwa menulis tidaklah beda dengan kita berbicara kepada orang lain, yang mana disitu ada malaikat yang senantiasa mencatat perbuatan tersebut.


Sekecil apapun perbuatan itu pasti ada nilainya disisi Alloh, dan sesungguhnya amal ibadah seseorang itu tergantung dari keikhlasan masing-masing individu, kalaulah kita hendak bersholawat, hendaknya menuliskannya dengan lengkap (tidak dengan menyingkatnya), sebagai bukti keikhlasan kita dalam mengamalkannya.


insya Alloh dengan membiasakan ini amalan kita akan menjadi sempurna, Inilah adab kepada Alloh dan Rasul-Nya yang harus kita perhatikan. Berikut adalah fatwa-fatwa ulama seputar masalah penyingkatan kata:


Sabtu, 07 Mei 2011

Muqaddimah Kitab Syarah Syahadatain




MUQADDIMAH KITAB SYARAH SYAHADATAIN


Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau, keluarga beliau, para sahabat dan serta seluruh pengikut beliau sampai akhir zaman.


Amma ba’du :


Inilah risalah yang menjelaskan tentang rukun Islam pertama yakni Syahadatain [Dua Kalimat Syahadat]. Risalah ini kami diberi judul dengan nama :


سرح شهادتين


Syarah Syahadatain

(Penjelasan Rukun Islam Pertama)

Muqaddimah Kitab 10 Hak Didalam Islam




10 HAK DALAM ISLAM


Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau, keluarga beliau, para sahabat dan serta seluruh pengikut beliau sampai akhir zaman.

Wa ba’du :


Kewajiban Mempelajari Hak

Syaikh Al-Allamah Abdullah bin Jarullah Al-Jarullah hafizhullah berkata didalam pengantar terhadap kitab Huquq Da’at Ilaiha Al-Fitrah wa Qarrarat-ha Asy-Syar’iyah karya Ibnu Utsaimin :


“Sesungguhnya pengetahuan seseorang terhadap hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hak sesama manusia, serta mengamalkan nya adalah termasuk perkara yang paling penting dan hal yang sangat wajib. Buku yang akan kami persembahkan ini meskipun kecil bentuknya, namun telah memuat pokok – pokok terpenting dalam menjelaskan hak dan kewajiban seseorang. Aku sudah menela’ah buku ini, menelitinya, melengkapi ayat-ayatnya, serta mentakhrij hadits yang belum ditakhrij oleh penulis. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas penulisnya dengan sebaik-baik balasan dan memberikan manfaat dari ilmu beliau. ” [Diringkas dari kata pengantar beliau terhadap kitab tersebut]

Hukum Memakan Daging Gajah



Hukum Memakan Daging Gajah


Gajah / Elephant / Elephantidae

Binatang ini tidak boleh dimakan, karena mempunyai taring. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang mempunyai taring.


Diriwayatkan dari Abu Tsa’labah radhiyallahuanhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melarang untuk memakan daging binatang buas yang bertaring.” [Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim]

Kisah Abu Abdillah Al-Qalanisi dan Seekor Gajah



Abu Abdillah Al-Qalanisi rahimahullah dan seekor gajah


Abu Abdillah al-Qaslanisi rahimahullah dalam sebuah perjalanan nya dengan mengendarai perahu, bersama beberapa orang teman nya yang lain. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu’ demi keselamatan mereka dan mereka mengucapkan sebuah nadzar.


Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah al-Qaslanisi : “Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kami. Maka hendaklah kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah.” Ujar teman-teman nya.


Maka Abu Abdillah menjawab : ”Aku ini orang yang tidak peduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar.”

Selasa, 19 April 2011

HADIRILAH TABLIGH AKBAR "INILAH JALAN YANG LURUS" [Bedah Buku]




HADIRILAH TABLIGH AKBAR “INILAH JALAN YANG LURUS”

Ditengah maraknya berbagai aliran sesat pada saat ini, maka sangat butuhkan penjelasan tentang jalan yang lurus (jalan golongan yang selamat).

Sebenarnya “Jalan yang lurus” sering kita ucapkan dalam Sholat, sebagaimana didalam surat al-Fatihah, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Ihdina shirothal mustaqiim” [Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus]

Tapi bagaimanakah jalan yang lurus tersebut………….?

Maka dari itu JANGAN LEWATKAN, TABLIGH AKBAR…

Tema : Beda Buku “Jalan Golongan Yang Selamat karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu Rahimahullah (Salah Seorang Ulama Besar Mekkah al-Mukarramah-Saudi Arabia)

Pemateri : al-Ustadz Abu Azzam Abdul Halim, Lc. MA.

Hari / Tanggal : Hari Ahad (Minggu) / 8-mei-2011

Tempat : Majid Nurul Islam. Jl.Surabaya Kompleks Asratez Ulak Karang – Padang (Sumatera Barat)

GRATIS……!

Dan Dapatkan Buku Gratis “Jalan Golongan Yang Selamat karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu” bagi 200 peserta yang hadir lebih awal.

Diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Imam Bukhari – Sumatera Barat (Padang)

Senin, 21 Maret 2011

Fanatik Madzhab....!

(Mengungkap Bahaya Fanatik Mazhab)


Oleh


Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi


Definisi Fanatik

* Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. Fanatik ini bisa terjadi antar madzhab, kelompok, organisasi, suku atau negara. (Lihat kembali Majalah Al-Furqon hal. 13 edisi 5 Th. 11) -majalah yang dikelola Ustadz Abu Ubaidah (editor)-

* Adapun madzhab ialah pendapat seseorang mujtahid tentang hukum sesuatu, yaitu pendapat yang digali dari Al-Qur’an dan hadits dengan kekuatan ijtihadnya.
* Madzhab yang masyhur ada empat: Madzhab Hanafi (Abu Hanifah rahimahullah), madzhab Maliki (imam Malik rahimahullah), madzhab Syafi’i (imam Syafi’i rahimahullah), madzhab Hanbali (imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah)
* Sekalipun sebenarnya ada beberapa madzhab lainnya seperti madzhab Dhahiriyyah, Zaidiyyah, Sufyaniyyah dan sebagainya. Semua madzhab dapat diambil pendapatnya jika benar dan dapat pula ditinggalkan jika salah, karena memang tidak ada yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali Al-Qur’an dan sunnah Nabi. (Lihat Syarh Lum’ah Al-I’tiqad hal. 166-167 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah).


Minggu, 20 Maret 2011

Mutiara Hikmah di Balik Kisah Para Ulama




Mutiara Hikmah di Balik Kisah-Kisah dari Para Ulama



Syaikh Muhammad bin Hasan hafizhullah (salah seorang murid Syaikhul Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah) bercerita didalam suatu majelis yang dihadir oleh para Ulama dan para penuntut ilmu. Sebuah kisah yang mengentarkan jiwa, kisah yang nyata dari seorang dokter.



Syaikh Muhammad bin Hasan hafizhullah berkata :

“Dengarkan yang berikut ini, Allah Yang Maha Pemurah telah memperjalankan kebiasaan nya dengan kemurahan-Nya. Bahwa siapa yang hidup diatas sesuatu maka dia akan mati diatasnya. Dan siapa yang mati diatas sesuatu dia akan dibangkitkan diatasnya. Jika kamu hidup diatas keta’atan maka kamu akan mati diatas keta’atan dan kamu akan dibangkitkan diatas keta’atan yang sama. Dan siapa yang hidup diatas maksiat dan belum bertaubat kepada Allah, maka dia akan mati diatas kemaksiatan yang sama dan akan dibangkitkan diatas kemaksiatan yang sama.

Selasa, 15 Februari 2011

FIQIH AL-MUYASSAR [KITAB THAHARAH - BAB SUNAH-SUNAH FITRAH]




Fiqih Al-Muyassar
Bab Sunah-Sunah Fitrah [Perkara-perkara fitrah]

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarkatuh
semoga Allah merahmati mu

Alhamdulillah, semoga shalawat tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga beliau, para sahabat beliau dan orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Saya sudah membahas permasalahan ini di Masjid Agung Surya Khairuddin, Kec Merlung, Kab Tanjung Jabung Barat, Propinsi Jambi-Sumatera beberapa bulan yang lalu. Dan sekarang saya tulis disini dengan beberapa tambahan yang bermanfaat, insya’Allah.

 PENGERTIAN SUNAH-SUNAH FITRAH
Sunah-Sunah Fitrah (Perkara-perkara fitrah) adalah hal-hal yang jika telah dilaksanakan (dikerjakan), maka si pelaku nya dapat dikatakan sudah memenuhi fitrah yang telah ditetapkan Allah سبحا نه وتعالى baginya. Yaitu fitrah dimana Allah سبحا نه وتعالى menciptakan para hamba-Nya diatas fitrah tersebut, mengumpulkan mereka diatas perkara itu, dan menganjurkan nya kepada mereka agar memiliki sifat-sifat paling sempurna dan penampilan paling mulia.

Selasa, 08 Februari 2011

Mengingkari Kehidupan Setelah Mati (Hari Kemudian) adalah Lagu Lama Orang Kafir dan Atheis



Bantahan Terbuka Terhadap Orang Atheis, Orang Kafir dan Pengingkar Hari Kiamat

Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk. Masuk Islamlah, engkau pasti akan selamat.


Tuhan kami, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman didalam al-Quran surat Ali Imran ayat 85 :

”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Q.S Ali Imran ayat 85]