Sabtu, 07 Mei 2011

Hukum Memakan Daging Gajah



Hukum Memakan Daging Gajah


Gajah / Elephant / Elephantidae

Binatang ini tidak boleh dimakan, karena mempunyai taring. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang mempunyai taring.


Diriwayatkan dari Abu Tsa’labah radhiyallahuanhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melarang untuk memakan daging binatang buas yang bertaring.” [Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim]

Kisah Abu Abdillah Al-Qalanisi dan Seekor Gajah



Abu Abdillah Al-Qalanisi rahimahullah dan seekor gajah


Abu Abdillah al-Qaslanisi rahimahullah dalam sebuah perjalanan nya dengan mengendarai perahu, bersama beberapa orang teman nya yang lain. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu’ demi keselamatan mereka dan mereka mengucapkan sebuah nadzar.


Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah al-Qaslanisi : “Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kami. Maka hendaklah kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah.” Ujar teman-teman nya.


Maka Abu Abdillah menjawab : ”Aku ini orang yang tidak peduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar.”

Selasa, 19 April 2011

HADIRILAH TABLIGH AKBAR "INILAH JALAN YANG LURUS" [Bedah Buku]




HADIRILAH TABLIGH AKBAR “INILAH JALAN YANG LURUS”

Ditengah maraknya berbagai aliran sesat pada saat ini, maka sangat butuhkan penjelasan tentang jalan yang lurus (jalan golongan yang selamat).

Sebenarnya “Jalan yang lurus” sering kita ucapkan dalam Sholat, sebagaimana didalam surat al-Fatihah, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Ihdina shirothal mustaqiim” [Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus]

Tapi bagaimanakah jalan yang lurus tersebut………….?

Maka dari itu JANGAN LEWATKAN, TABLIGH AKBAR…

Tema : Beda Buku “Jalan Golongan Yang Selamat karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu Rahimahullah (Salah Seorang Ulama Besar Mekkah al-Mukarramah-Saudi Arabia)

Pemateri : al-Ustadz Abu Azzam Abdul Halim, Lc. MA.

Hari / Tanggal : Hari Ahad (Minggu) / 8-mei-2011

Tempat : Majid Nurul Islam. Jl.Surabaya Kompleks Asratez Ulak Karang – Padang (Sumatera Barat)

GRATIS……!

Dan Dapatkan Buku Gratis “Jalan Golongan Yang Selamat karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu” bagi 200 peserta yang hadir lebih awal.

Diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Imam Bukhari – Sumatera Barat (Padang)

Senin, 21 Maret 2011

Fanatik Madzhab....!

(Mengungkap Bahaya Fanatik Mazhab)


Oleh


Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi


Definisi Fanatik

* Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. Fanatik ini bisa terjadi antar madzhab, kelompok, organisasi, suku atau negara. (Lihat kembali Majalah Al-Furqon hal. 13 edisi 5 Th. 11) -majalah yang dikelola Ustadz Abu Ubaidah (editor)-

* Adapun madzhab ialah pendapat seseorang mujtahid tentang hukum sesuatu, yaitu pendapat yang digali dari Al-Qur’an dan hadits dengan kekuatan ijtihadnya.
* Madzhab yang masyhur ada empat: Madzhab Hanafi (Abu Hanifah rahimahullah), madzhab Maliki (imam Malik rahimahullah), madzhab Syafi’i (imam Syafi’i rahimahullah), madzhab Hanbali (imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah)
* Sekalipun sebenarnya ada beberapa madzhab lainnya seperti madzhab Dhahiriyyah, Zaidiyyah, Sufyaniyyah dan sebagainya. Semua madzhab dapat diambil pendapatnya jika benar dan dapat pula ditinggalkan jika salah, karena memang tidak ada yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali Al-Qur’an dan sunnah Nabi. (Lihat Syarh Lum’ah Al-I’tiqad hal. 166-167 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah).


Minggu, 20 Maret 2011

Mutiara Hikmah di Balik Kisah Para Ulama




Mutiara Hikmah di Balik Kisah-Kisah dari Para Ulama



Syaikh Muhammad bin Hasan hafizhullah (salah seorang murid Syaikhul Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah) bercerita didalam suatu majelis yang dihadir oleh para Ulama dan para penuntut ilmu. Sebuah kisah yang mengentarkan jiwa, kisah yang nyata dari seorang dokter.



Syaikh Muhammad bin Hasan hafizhullah berkata :

“Dengarkan yang berikut ini, Allah Yang Maha Pemurah telah memperjalankan kebiasaan nya dengan kemurahan-Nya. Bahwa siapa yang hidup diatas sesuatu maka dia akan mati diatasnya. Dan siapa yang mati diatas sesuatu dia akan dibangkitkan diatasnya. Jika kamu hidup diatas keta’atan maka kamu akan mati diatas keta’atan dan kamu akan dibangkitkan diatas keta’atan yang sama. Dan siapa yang hidup diatas maksiat dan belum bertaubat kepada Allah, maka dia akan mati diatas kemaksiatan yang sama dan akan dibangkitkan diatas kemaksiatan yang sama.