Senin, 09 Mei 2011
Salam, Shalawat dll Kok Disingkat....! Emang Perlu nya....! Baca Dulu Deh...
Banyak saudara kita yang menulis ucapan salam, ucapan sholawat dan asma Alloh dengan singkatan, baik itu di comment-comment, di sms, dll. Kita tahu bahwa menulis tidaklah beda dengan kita berbicara kepada orang lain, yang mana disitu ada malaikat yang senantiasa mencatat perbuatan tersebut.
Sekecil apapun perbuatan itu pasti ada nilainya disisi Alloh, dan sesungguhnya amal ibadah seseorang itu tergantung dari keikhlasan masing-masing individu, kalaulah kita hendak bersholawat, hendaknya menuliskannya dengan lengkap (tidak dengan menyingkatnya), sebagai bukti keikhlasan kita dalam mengamalkannya.
insya Alloh dengan membiasakan ini amalan kita akan menjadi sempurna, Inilah adab kepada Alloh dan Rasul-Nya yang harus kita perhatikan. Berikut adalah fatwa-fatwa ulama seputar masalah penyingkatan kata:
Sabtu, 07 Mei 2011
Muqaddimah Kitab Syarah Syahadatain
MUQADDIMAH KITAB SYARAH SYAHADATAIN
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau, keluarga beliau, para sahabat dan serta seluruh pengikut beliau sampai akhir zaman.
Amma ba’du :
Inilah risalah yang menjelaskan tentang rukun Islam pertama yakni Syahadatain [Dua Kalimat Syahadat]. Risalah ini kami diberi judul dengan nama :
سرح شهادتين
Syarah Syahadatain
(Penjelasan Rukun Islam Pertama)
Muqaddimah Kitab 10 Hak Didalam Islam
10 HAK DALAM ISLAM
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau, keluarga beliau, para sahabat dan serta seluruh pengikut beliau sampai akhir zaman.
Wa ba’du :
Kewajiban Mempelajari Hak
Syaikh Al-Allamah Abdullah bin Jarullah Al-Jarullah hafizhullah berkata didalam pengantar terhadap kitab Huquq Da’at Ilaiha Al-Fitrah wa Qarrarat-ha Asy-Syar’iyah karya Ibnu Utsaimin :
“Sesungguhnya pengetahuan seseorang terhadap hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hak sesama manusia, serta mengamalkan nya adalah termasuk perkara yang paling penting dan hal yang sangat wajib. Buku yang akan kami persembahkan ini meskipun kecil bentuknya, namun telah memuat pokok – pokok terpenting dalam menjelaskan hak dan kewajiban seseorang. Aku sudah menela’ah buku ini, menelitinya, melengkapi ayat-ayatnya, serta mentakhrij hadits yang belum ditakhrij oleh penulis. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas penulisnya dengan sebaik-baik balasan dan memberikan manfaat dari ilmu beliau. ” [Diringkas dari kata pengantar beliau terhadap kitab tersebut]
Hukum Memakan Daging Gajah
Hukum Memakan Daging Gajah
Gajah / Elephant / Elephantidae
Binatang ini tidak boleh dimakan, karena mempunyai taring. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang mempunyai taring.
Diriwayatkan dari Abu Tsa’labah radhiyallahuanhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melarang untuk memakan daging binatang buas yang bertaring.” [Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim]
Kisah Abu Abdillah Al-Qalanisi dan Seekor Gajah
Abu Abdillah Al-Qalanisi rahimahullah dan seekor gajah
Abu Abdillah al-Qaslanisi rahimahullah dalam sebuah perjalanan nya dengan mengendarai perahu, bersama beberapa orang teman nya yang lain. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu’ demi keselamatan mereka dan mereka mengucapkan sebuah nadzar.
Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah al-Qaslanisi : “Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kami. Maka hendaklah kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah.” Ujar teman-teman nya.
Maka Abu Abdillah menjawab : ”Aku ini orang yang tidak peduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar.”
Langganan:
Postingan (Atom)




