Selasa, 19 April 2011
HADIRILAH TABLIGH AKBAR "INILAH JALAN YANG LURUS" [Bedah Buku]
HADIRILAH TABLIGH AKBAR “INILAH JALAN YANG LURUS”
Ditengah maraknya berbagai aliran sesat pada saat ini, maka sangat butuhkan penjelasan tentang jalan yang lurus (jalan golongan yang selamat).
Sebenarnya “Jalan yang lurus” sering kita ucapkan dalam Sholat, sebagaimana didalam surat al-Fatihah, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Ihdina shirothal mustaqiim” [Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus]
Tapi bagaimanakah jalan yang lurus tersebut………….?
Maka dari itu JANGAN LEWATKAN, TABLIGH AKBAR…
Tema : Beda Buku “Jalan Golongan Yang Selamat karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu Rahimahullah (Salah Seorang Ulama Besar Mekkah al-Mukarramah-Saudi Arabia)
Pemateri : al-Ustadz Abu Azzam Abdul Halim, Lc. MA.
Hari / Tanggal : Hari Ahad (Minggu) / 8-mei-2011
Tempat : Majid Nurul Islam. Jl.Surabaya Kompleks Asratez Ulak Karang – Padang (Sumatera Barat)
GRATIS……!
Dan Dapatkan Buku Gratis “Jalan Golongan Yang Selamat karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu” bagi 200 peserta yang hadir lebih awal.
Diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Imam Bukhari – Sumatera Barat (Padang)
Senin, 21 Maret 2011
Fanatik Madzhab....!
(Mengungkap Bahaya Fanatik Mazhab)
Oleh
Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi
Definisi Fanatik
* Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. Fanatik ini bisa terjadi antar madzhab, kelompok, organisasi, suku atau negara. (Lihat kembali Majalah Al-Furqon hal. 13 edisi 5 Th. 11) -majalah yang dikelola Ustadz Abu Ubaidah (editor)-
* Adapun madzhab ialah pendapat seseorang mujtahid tentang hukum sesuatu, yaitu pendapat yang digali dari Al-Qur’an dan hadits dengan kekuatan ijtihadnya.
* Madzhab yang masyhur ada empat: Madzhab Hanafi (Abu Hanifah rahimahullah), madzhab Maliki (imam Malik rahimahullah), madzhab Syafi’i (imam Syafi’i rahimahullah), madzhab Hanbali (imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah)
* Sekalipun sebenarnya ada beberapa madzhab lainnya seperti madzhab Dhahiriyyah, Zaidiyyah, Sufyaniyyah dan sebagainya. Semua madzhab dapat diambil pendapatnya jika benar dan dapat pula ditinggalkan jika salah, karena memang tidak ada yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali Al-Qur’an dan sunnah Nabi. (Lihat Syarh Lum’ah Al-I’tiqad hal. 166-167 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah).
Oleh
Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi
Definisi Fanatik
* Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. Fanatik ini bisa terjadi antar madzhab, kelompok, organisasi, suku atau negara. (Lihat kembali Majalah Al-Furqon hal. 13 edisi 5 Th. 11) -majalah yang dikelola Ustadz Abu Ubaidah (editor)-
* Adapun madzhab ialah pendapat seseorang mujtahid tentang hukum sesuatu, yaitu pendapat yang digali dari Al-Qur’an dan hadits dengan kekuatan ijtihadnya.
* Madzhab yang masyhur ada empat: Madzhab Hanafi (Abu Hanifah rahimahullah), madzhab Maliki (imam Malik rahimahullah), madzhab Syafi’i (imam Syafi’i rahimahullah), madzhab Hanbali (imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah)
* Sekalipun sebenarnya ada beberapa madzhab lainnya seperti madzhab Dhahiriyyah, Zaidiyyah, Sufyaniyyah dan sebagainya. Semua madzhab dapat diambil pendapatnya jika benar dan dapat pula ditinggalkan jika salah, karena memang tidak ada yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali Al-Qur’an dan sunnah Nabi. (Lihat Syarh Lum’ah Al-I’tiqad hal. 166-167 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah).
Minggu, 20 Maret 2011
Mutiara Hikmah di Balik Kisah Para Ulama
Mutiara Hikmah di Balik Kisah-Kisah dari Para Ulama
Syaikh Muhammad bin Hasan hafizhullah (salah seorang murid Syaikhul Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah) bercerita didalam suatu majelis yang dihadir oleh para Ulama dan para penuntut ilmu. Sebuah kisah yang mengentarkan jiwa, kisah yang nyata dari seorang dokter.
Syaikh Muhammad bin Hasan hafizhullah berkata :
“Dengarkan yang berikut ini, Allah Yang Maha Pemurah telah memperjalankan kebiasaan nya dengan kemurahan-Nya. Bahwa siapa yang hidup diatas sesuatu maka dia akan mati diatasnya. Dan siapa yang mati diatas sesuatu dia akan dibangkitkan diatasnya. Jika kamu hidup diatas keta’atan maka kamu akan mati diatas keta’atan dan kamu akan dibangkitkan diatas keta’atan yang sama. Dan siapa yang hidup diatas maksiat dan belum bertaubat kepada Allah, maka dia akan mati diatas kemaksiatan yang sama dan akan dibangkitkan diatas kemaksiatan yang sama.
Selasa, 15 Februari 2011
FIQIH AL-MUYASSAR [KITAB THAHARAH - BAB SUNAH-SUNAH FITRAH]
Fiqih Al-Muyassar
Bab Sunah-Sunah Fitrah [Perkara-perkara fitrah]
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarkatuh
semoga Allah merahmati mu
Alhamdulillah, semoga shalawat tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga beliau, para sahabat beliau dan orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.
Saya sudah membahas permasalahan ini di Masjid Agung Surya Khairuddin, Kec Merlung, Kab Tanjung Jabung Barat, Propinsi Jambi-Sumatera beberapa bulan yang lalu. Dan sekarang saya tulis disini dengan beberapa tambahan yang bermanfaat, insya’Allah.
PENGERTIAN SUNAH-SUNAH FITRAH
Sunah-Sunah Fitrah (Perkara-perkara fitrah) adalah hal-hal yang jika telah dilaksanakan (dikerjakan), maka si pelaku nya dapat dikatakan sudah memenuhi fitrah yang telah ditetapkan Allah سبحا نه وتعالى baginya. Yaitu fitrah dimana Allah سبحا نه وتعالى menciptakan para hamba-Nya diatas fitrah tersebut, mengumpulkan mereka diatas perkara itu, dan menganjurkan nya kepada mereka agar memiliki sifat-sifat paling sempurna dan penampilan paling mulia.
Selasa, 08 Februari 2011
Mengingkari Kehidupan Setelah Mati (Hari Kemudian) adalah Lagu Lama Orang Kafir dan Atheis
Bantahan Terbuka Terhadap Orang Atheis, Orang Kafir dan Pengingkar Hari Kiamat
Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk. Masuk Islamlah, engkau pasti akan selamat.
Tuhan kami, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman didalam al-Quran surat Ali Imran ayat 85 :
”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Q.S Ali Imran ayat 85]
Langganan:
Postingan (Atom)



